Minggu, 09 September 2012
Daging merupakan sumber protein hewani dan asam esensial yang sangat digemari oleh masyarakat. Meskipun harga daging lebih mahal, akan tetapi permintaan masyarakat akan daging tetap tinggi. Hal tersebut seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi daging dan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Inilah yang menyebabkan ada sebagian orang yang memanfaatkan peluang ini dengan cara yang salah. Mereka memanfaatkan ketidakjelian masyarakat dalam memilih daging untuk dikonsumsi dengan cara meningkatkan bobot daging ternak yang disembelih dengan cara diglonggong terlebih dahulu dengan air sebanyak-banyaknya.
 

Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibuat di FilipinaBibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.



1. Proses Sortasi kedelai
2. Proses pencucian
3. Proses perebusan pertama selama 1 jam
4. Proses perendaman selama 1 malam
Pada proses selanjutnya liat pada gambar dibawah ini....
5. Proses Perebusan 45 menit

6. proses penirisan

your TIME



Translate

Hot Posting

visitors

Followers