Politeknik Negeri Jember
Politeknik Vedca Cianjur
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 21 September 2012
A. PENGERTIAN
KERUSAKAN
Komoditas
hasil pertanian baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun
yang berasal dari hewan dianggap atau dinyatakan rusak apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan
yang melewati batas, sehingga bahan/komoditas hasil pertanian tersebut tidak dapat diterima secara normal oleh pancaindera manusia
atau oleh parameter lain yang biasa digunakan.
Kerusakan tersebut berupa penyimpangan pada susunan kimia bahan, tekstur maupun struktur bahan, penyimpangan pada bentuk kenampakan, warna ataupun rasa bahan. Kerusakan yang terjadi
ada yang dengan mudah diketahui, namun sering pula kerusakan itu tidak terlihat sehingga sulit untuk
ditanggulangi dengan cara-cara yang biasa digunakan.
Sulfitasi adalah penambahan sulfit pada proses
pengolahan dengan tujuan memperbaiki warna. Sulfit digunakan dalam bentuk gas
SO2, garam Na, K-Sulfit, bisulfit, dan metabisulfit. Bemtuk efektifnya
sebagai pengawet adalah asam sulfit yang terdisosiasi dan terutama terbentuk
pada pH <3. Molekul sulfit lebih mudah menembus dinding sel mikroba ,
bereaksi dengan asetaldehide membentuk senyawa yang baik dapat difermentasi
oleh enzim mikroba pereduksi ikatan disulfide enzim dan bereaksi dengan keton
membentuk hidroksisulfonat yang dapat menghambat mekanisme pernapasan.
Label:
education,
Posted : Metil Pentana
|
2
komentar
Pengolahan adalah proses untuk mengubah suatu bahan menjadi produk atau hasil olah. Pengolahan untuk mengubah bahan dapat dilakukan dengan energi:
1. Fisis (panas), contoh: rebus, goreng, sangrai/sangan, jemur, beku, kukus, dll.
2. Mekanis, contoh: diblender, diparut, ditumbuk, diiris.
3. Mikrobiologis, contoh: fermentasi.
1. Fisis (panas), contoh: rebus, goreng, sangrai/sangan, jemur, beku, kukus, dll.
2. Mekanis, contoh: diblender, diparut, ditumbuk, diiris.
3. Mikrobiologis, contoh: fermentasi.
Re Posting : http://sumansutra.wordpress.com/susu-sapi-bukan-untuk-manusia/
Tidak ada makhluk di dunia
ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi,
kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan
minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?
“Itu gara-gara pabrik susu
yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku
yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim)
yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal,
katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia
seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya
minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
your TIME
Translate
Hot Posting
click it!
- Analisis Pangan (1)
- Cerpen (6)
- curhatan (8)
- Dasar - dasar Biokimia (1)
- education (69)
- karya tulis (13)
- Kewarganegaraan (2)
- kumpul-kumpul (6)
- Laporan Praktikum (2)
- Materi UTS semester 3 (2)
- Mikrobiologi Pangan (3)
- Pengentar Bioteknologi (1)
- Pengetahuan Bahan Pangan (3)
- photos (14)
- Posted : Asam Benzoat (4)
- posted : Methanil Yellow (12)
- Posted : Metil Pentana (11)
- Posted : Metilen Blue (5)
- Posted : Propana Etil (10)
- Posted: Rhizopus Oryzae (48)
- Religion (2)
- seputar tentang TPG (53)
- Teknologi Pasca Panen Hewani (3)
- Teknologi Pasca Panen Nabati (2)
- Teknologi Pengolahan Pangan (7)
- Tugas (13)

.jpg)


