Rabu, 15 Agustus 2012


1.       Pengertian Pengeringan
Pengeringan adalah suatu metode untuk mengurangi atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. Biasanya pengurangan kadar air tersebut dikurangi sampai suatu batas tertentu agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi didalamnya.
Pengeringan adalah pengurangan sebagian kadar air dengan bantuan energi panas alami atau buatan. Yaitu sampai mikroorganisme tidak dapat tumbuh /berkembang. (Winarno 1980)
Pengeringan memberikan manfaat lain yang penting selain melindungi pangan yang mudah rusak, menurunkan bobot dan memperkecil volume pangan sehingga biaya pengangkutan dan penyimpanan produk pertanian dalam rangka pendistribusian baik dalam skala domestik maupun ekspor. Pengeringan juga memudahkan penanganan, pengemasan, pengangkutan dan konsumsi.
Selasa, 14 Agustus 2012

Matahari semakin meninggi,melewati atas kepala dan sedikit geser ke barat. Adzan dhuhur seharusnya sudah berkumandang 45 menit yang lalu, tapi aku dan Maulidya tidak mendengar adanya adzan. Bahkan jalan yang kita lewati masih belum menunjukkan adanya perkampungan. Yang nampak hanya pohon-pohon yang tinggi di kiri kanan jalan.
Kami terus berjalan melewati aspal-aspal berlubang, tapi belum juga menunjukkan adanya sebuah masjid atau mushola . Maulidya menginjak gas dan mempercepat laju motornya, berharap tak lama lagi menemukan sebuah masjid.
Tak lama setelah  ngebut akhirnya kita sampai di sebuah perkampungan. Maulidya memperlambat laju motornya. Mataku menoleh ke kanan kiri mencari bulan bintang dan kubah masjid.
“Li, di sebelah kiri sebelum belokan depan kayaknya ada masjid dah. Lihat itu tandanya kelihatan dari sini,” seruku memecah konsentrasi Maulidya menyetir.

“Tak..tak..tak..”
Dengan setengah berlari aku menyusuri koridor menuju kelas. Hingga langkah ini terhenti saat melihat seseorang yang disibukan dengan lembaran kertas tersebar diberbagai arah sekitar orang itu. Perlahan aku menghampiri sambil mencoba membantu membereskan kertas-kertas yang berada di hadapanku. Lalu menyerahkannya pada gadis berseragam putih biru mengenakan ransel berwarna pink yang sebaya denganku juga sudah tidak asing lagi.
“makasih “
Ucap Selly kecut,sambil langsung meninggalkanku saat itu
“Selly tunggu,,,nanti siang kita semua kumpul ditempat biasa ya..?”
Tanpa berkomentar, setelah sempat berhenti beberapa saat Selly melanjutkan langkahnya.
13 Juni 2012
Kita ada kunjungan ke Bandung tepatnya di Balai Lembaga Kesehatan (BLK)
ini ada beberapa fotonya~ ceritanya kita mau pameeeer haha
cek this out......








BAB I
P E N D A H U L U A N

A.       LATAR BELAKANG
Bahan Tambahan Pangan (aditif pangan) adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk meningkatkan mutu.  Contohnya adalah pengawet, pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengemulsi, antigumpal, pemucat, dan pengental.  Bahan tambahan pangan merupakan bahan atau campuran bahan yang secara alami BUKAN merupakan bagian dari bahan baku pangan, ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi.
Aditif pangan sering ditambahkan kepada pangan dengan tujuan untuk : Mengawetkan pangan, Membentuk pangan, Memberikan warna, Meningkatkan kualitas pangan, Menghemat biaya, Memperbaiki tekstur, Meningkatkan cita rasa, dan Meningkatkan stabilitas

your TIME



Translate

Hot Posting

visitors

Followers