Selasa, 14 Agustus 2012

“Tak..tak..tak..”
Dengan setengah berlari aku menyusuri koridor menuju kelas. Hingga langkah ini terhenti saat melihat seseorang yang disibukan dengan lembaran kertas tersebar diberbagai arah sekitar orang itu. Perlahan aku menghampiri sambil mencoba membantu membereskan kertas-kertas yang berada di hadapanku. Lalu menyerahkannya pada gadis berseragam putih biru mengenakan ransel berwarna pink yang sebaya denganku juga sudah tidak asing lagi.
“makasih “
Ucap Selly kecut,sambil langsung meninggalkanku saat itu
“Selly tunggu,,,nanti siang kita semua kumpul ditempat biasa ya..?”
Tanpa berkomentar, setelah sempat berhenti beberapa saat Selly melanjutkan langkahnya.
13 Juni 2012
Kita ada kunjungan ke Bandung tepatnya di Balai Lembaga Kesehatan (BLK)
ini ada beberapa fotonya~ ceritanya kita mau pameeeer haha
cek this out......








BAB I
P E N D A H U L U A N

A.       LATAR BELAKANG
Bahan Tambahan Pangan (aditif pangan) adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan pangan untuk meningkatkan mutu.  Contohnya adalah pengawet, pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengemulsi, antigumpal, pemucat, dan pengental.  Bahan tambahan pangan merupakan bahan atau campuran bahan yang secara alami BUKAN merupakan bagian dari bahan baku pangan, ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi.
Aditif pangan sering ditambahkan kepada pangan dengan tujuan untuk : Mengawetkan pangan, Membentuk pangan, Memberikan warna, Meningkatkan kualitas pangan, Menghemat biaya, Memperbaiki tekstur, Meningkatkan cita rasa, dan Meningkatkan stabilitas

Di setiap perkembangan zaman, selalu melahirkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terduga sebelumnya. Bersamaan dengan hal itu, zaman menuntut agar pembangunan negara berkembang sesuai dengan iramanya. Dalam pembangunan negara sangatlah dibutuhkan sumber daya manusia yang sangat berkualitas untuk memperoleh pembangunan yang berkualitas pula. Di sinilah tugas emas sebuah pendidikan, yaitu melahirkan berbagai sumber daya manusia yang berkualitas. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah kurangnya mutu pendidikan di Indonesia. Suatu pendidikan dipandang bermutu, diukur dari kedudukannya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional. Dengan kata lain, pendidikan dikatakan berhasil bila membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral dan berkepribadian.
Kata Pengantar
Alhamdulillahirabbilalamin, Penulis ucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Alloh SWT karena atas karunia dan kehendak Nya-lah penulis  dapat menyelesaikan laporan Biokimia yang berjudul “Pengaruh Suhu Tinggi dan Rendah pada Enzim”, sholawat beserta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Laporan biokimia ini dibuat berdasarkan hasil pengamatan penulis dan rekan-rekan mengenai pengaruh tinggi rendahnya suhu terhadap aktivitas enzim, penulis berharap laporan ini dapat menjelaskan secara umum pengaruh suhu terhadap aktivvitas enzim.

your TIME



Translate

Hot Posting

visitors

Followers