Selasa, 18 September 2012
Kurang minum juga bisa mengakibatkan batu ginjal karena konsentrasi zat pembentuk batu dalam air seni bertambah pekat sehingga mengakibatkan pembentukan batu lebih mudah terjadi. Bukan hanya itu, kekurangan inhibitir seperti asam sitrat dan glikoamiloglikan juga dapat menimbulkan batu ginjal karena sisa makanan tidak terproses sehingga membentuk kristal.


Waspadalah jika air seni (urine) mulai berwarna kemerahan, keruh atau kecoklatan, bisa jadi tanda kekurangan cairan pada ginjal. Gejala ini sering kali di anggap remeh, padahal merupakan peringatan untuk mencegah terjadinya gejala yang lebih parah seperti nyeri pada akhir kencing, bisa juga disertai dengan rasa panas pada saat kencing, bahkan nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian depan dan lipat paha dan pada laki – laki nyeri yang menjalar sampai ke testis. Nyeri yang dirasakan merupakan gejala dari keberadaan batu saluran kencing yang merupakan keadaan di mana ditemukannya batu di sepanjang saluran kencing yaitu ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.



Beberapa faktor pendukung terjadinya batu ginjal diantaranya riwayat keluarga yang juga menderita batu saluran kencing, memakan makanan yang banyak mengandung kalsium atau oxalate secara berlebihan tidak menerapkan pola gizi seimbang, pernah menderita infeksi saluran kencing berulang, sumbatan pada saluran kencing dan kelainan pada kelenjar parathyroid.

Adapun beberapa langkah yang diperlukan untuk mengetahui dan menentukan batu ginjal yakni melalui pemeriksaan laboratorium darah dan urine, foto rontgen perut, pyelografi intra vena serta USG ginjal dan kandung kemih.

Jika keadaan batu saluran kencing masih kecil dan diperkiraan oleh dokter masih dapat dilakukan terapi expectative, di coba dengan obat – obatan dan minum banyak. Sedangkan jika keadaan batu saluran kencing diperkiraan sulit untuk dapat dihilangkan, menimbulkan penyumbatan dan infeksi pada ginjal yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal itu sendiri, mau tidak mau harus menggunakan alat yang disebut ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotrisp) di mana batu ginjal akan dihancurkan dengan gelombang kejut sehingga menjadi pecahan – pecahan kecil yang dapat keluar bersama air kencing.

ESWL merupakan penanganan tanpa bedah, pasien tidak merasa sakit, tidak perlu di bius dan tidak perlu rawat inap. Jika tingkat kekerasan batu, besaran batu dan posisi batu yang tidak mungkin diatasi dengan alat ESWL, alternatif pengobatan lain yaitu dengan PCNL (Percutaneous Nephrolithotomi), yang bekerja dengan memasukkan alat teropong ke ginjal melalui pinggang dan batu dipecahkan alat pemecah batu serta langsung dikeluarkan pada saat yang bersamaan.

Apabila ESWL dan PCNL tidak dapat dilakukan pada kasus – kasus tertentu, maka pilihan pembedahan akan menjadi opsi tindakan terakhir untuk dapat mengeluarkan batu saluran kencing.
Untuk kasus batu saluran kencing yang berada pada saluran antara ginjal dan kantung kencing yang di sebut ureter maka pilihan akan jatuh pada URS (Ureterorenoskopy) yaitu prosedur spesialistik dengan menggunakan alat endoskopik berukuran 3 milimeter yang dimasukkan melalui saluran kencing kedalam ureter. Batu dipecahkan dengan gelombang udara dan pecahan batu akan dikeluarkan pada saat yang bersamaan.

Jika batu beradaa di kantong kencing dapat diatasi dengan cara endoscopy dengan menggunakan alat Cystoscopy Lithotripsy yang alatnya dimasukkan lewat saluran kencing uretra.

Semoga Bermanfaat_


0 komentar:

your TIME



Translate

Hot Posting

visitors

Followers